Pengaruh Film Kartun Doraemon terhadap Perilaku Anak Sekolah Dasar. Studi Kasus di Perumnas Unib, Bengkulu.
Posted by Isnani Murti on July 4, 2008
Isnani Murti dan Urip Santoso
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh film kartun Doraemon terhadap perilaku anak sekolah dasar. Penelitian ini merupakan studi kasus di Perumnas Unib, Bengkulu dengan cara penelitian survai. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja dengan pertimbangan bahwa anak-anak di Perumnas Unib merupakan anak-anak dosen yang diharapkan mewakili keluarga berpendidikan di Propinsi Bengkulu. Lima puluh anak sekolah dasar diseleksi secara random. Daftar pertanyaan disusun untuk mengevaluasi pengetahuan anak-anak terhadap film Doraemon, pengetahuan tentang nilai baik atau buruk yang ada di film tersebut dan perubahan perilaku dari hanya dalam pikiran sampai dengan perilaku nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Doraemon menggambarkan sifat-sifat dari para tokoh utama seperti suka menolong, ramah, pemalas, licik, suka pamer, nakal, suka memaksakan kehendak. Penguasaan anak-anak terhadap film Doraemon sangat baik.
Pendahuluan
Dalam era modern ini, komunikasi menjadi salah satu faktor penting bagi kemajuan suatu bangsa. Komunikasi yang terjadi dapat melalui suatu media baik elektronik maupun cetak. Salah satu media elektronik yang sudah popular dan sangat efektif untuk menyampaikan informasi adalah televisi.
Televisi dengan berbagai programnya mampu memberikan informasi, pendidikan, hiburan dll. kepada khalayak di berbagai belahan bumi dan mampu mengubah perilaku pemirsa. Salah satu program televisi yang sangat digandrungi oleh anak-anak antara lain adalah film kartun. Banyak film kartun anak-anak yang ditayangkan berasal dari negara asing yang mungkin mempunyai latar budaya yang berbeda. Salah satu negara yang banyak menyuplai film kartun adalah negara Jepang.
Telah diketahui bahwa film merupakan media komunikasi yang dapat mengubah perilaku seseorang. Perubahan perilaku dapat bertentangan dengan nilai budaya setempat atau dapat pula mendukung. Perubahan perilaku ke arah negatif akibat menonton film perlu diwaspadai dan perlu diantisipasi.
Film kartun Doraemon yang berasal dari Jepang digemari oleh pemirsa terutama anak-anak. Doraemon yang merupakan tokoh utama adalah kucing ajaib yang dikirim oleh anak keturunan Nobita di masa yang akan datang untuk membantu Nobita. Oleh karena film ini digandrungi oleh anak-anak, maka perlu dilakukan penelitian tentang pengaruhnya terhadap perilaku mereka. Manfaat penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar informasi bagi pihak berwenang untuk penyeleksian film-film anak-anak dari negara lain.
Materi dan Metode
Penentuan lokasi penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Perumnas Unib, Pematang Gubernur, Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja dengan pertimbangan bahwa anak-anak di Perumnas Unib merupakan anak-anak dosen yang diharapkan mewakili keluarga berpendidikan di Propinsi Bengkulu. Pertimbangan lainnya adalah bahwa anak-anak diduga lebih terdidik diharapkan mampu menyaring nilai-nilai yang ditayangkan dalam film.
Metode penentuan sampel
Anak-anak yang dijadikan responden adalah anak-anak sekolah dasar dari kelas 1 sampai dengan kelas enam. Jumlah responden dalam penelitian ini ditentukan sebanyak 50 anak sekolah dasar di Perumnas Unib. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling) dimana sampel diambil sedemikian rupa sehingga tiap unit penelitian atau satuan elemen populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel (Nazir, 1988).
Metode pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan responden berdasarkan daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan. Daftar pertanyaan meliputi item sebagai berikut: penguasaan terhadap pengetahuan film Doraemon, persepsi anak-anak terhadap film Doraemon, daya saring anak-anak tentang nilai baik dan buruk dalam film Doraemon dan perubahan perilaku anak-anak. Data sekunder diperoleh dari komik-komik Doraemon dan sumber data lain yang berhubungan dengan penelitian ini.
Variabel yang diukur
1. Penguasaan tentang pengetahuan film kartun Doraemon.
2. Persepsi anak-anak terhadap film Doraemon, diukur berdasarkan nilai sebagai berikut: nilai 1 = tidak baik, nilai 2 = kurang baik, nilai 3 = cukup baik, nilai 4 = baik, nilai 5 = sangat baik.
3. Daya saring anak-anak tentang nilai baik dan buruk yang ditayangkan, diukur sebagai berikut: nilai 1 = tidak mampu menyaring, nilai 2 = kurang mampu menyaring, nilai 3 = cukup mampu menyaring, nilai 4 = mampu menyaring dengan baik , nilai 5 = mampu menyaring dengan sangat baik.
4. Perubahan perilaku anak-anak.
Metode analisis
Untuk menjelaskan penguasaan pengetahuan tentang film Doraemon, persepsi, daya saring nilai baik-buruk dan perubahan perilaku digunakan analisis deskriptif dengan menggunakan tabulasi dan uraian verbal.
Hasil dan Pembahasan
1. Sifat Para Tokoh Utama
Nobita
Film Doraemon menceriterakan keinginan Nobita yang amat banyak. Ia ingin mewujudkan keinginannya dengan cara yang mudah. Iapun berangan-angan jika seandainya mempunyai sesuatu yang dapat digunakan untuk mencapai keinginannya tersebut. Hal ini terjadi karena Nobita sangat malas (pemalas), tidak mau bekerja keras dan ingin segala keinginan dan angan-angannya dapat terpenuhi dengan segera.
Doraemon
Doraemon adalah robot kucing yang dikirim oleh cicit Nobita di masa yang akan datang untuk membantu Nobita. Daraemon mempunyai kantong ajaib. Kantong ajaib ini dapat mengeluarkan segala macam peralatan yang dapat memenuhi keinginan-keinginan Nobita yang seringkali tidak masuk akal. Doraemon mempunyai sifat mudah kasihan/tersentuh hatinya terutama kepada Nobita. Ia suka membantu kesulitan-kesulitan Nobita. Kadang-kadang doraemon menolong Nobita karena desakan Nobita atau karena keinginannya sendiri. Sering Doraemon memberi ingat agar Nobita berubah sifatnya. Akan tetapi Nobita tidak peduli. Meskipun nasehatnya sering tidak dipedulikan Doraemon tetap setia membantu Nobita. Doraemon sangat takut kepada tikus.
Giant
Tokoh ini mencerminkan sifat yang selalu memaksakan kehendak. Ia sangat nakal dan selalu ingin menang sendiri. Ia merupakan tokoh yang tidak mau instropeksi. Contohnya meskipun suaranya jelek, ia tetap memaksa teman-temannya untuk mendengarkan nyanyiannya. Giant sangat takut kepada ibunya.
Shizuka
Tokoh ini mencerminkan sifat yang ramah-tamah dan suka bergaul. Sifat keramahannya ditunjukkan ia suka dikunjungi teman-temannya dan selalu menyediakan cemilan untuk teman-temannya. Bahkan ia tidak segan-segan membuat kue sendiri meskipun tidak enak. Ia mudah bergaul dengan siapa saja seperti Giant, Suneo, Nobita, Doraemon dll.
Suneo
Tokoh ini mencerminkan sifat licik, penjilat dan suka pamer. Ia suka menjilat kepada Giant dan suka memfitnah Nobita. Ia selalu melempar batu sembunyi tangan.
Kelima tokoh utama tersebut saling bergaul, berinteraksi. Meskipun mereka mempunyai sifat yang amat berbeda tetapi mereka dapat bergaul satu dengan lainnya, terkadang saling menolong, mengejek, bertengkar, bekerja sama, saling menuduh dll. Pergaulan kelima tokoh utama ini menggambarkan masyarakat anak-anak sehari-hari.
2. Sifat Tokoh Pembantu
Ibu Giant
Sosok ibu yang mendidik anaknya dengan cara keras. Giant sering dipukul oleh ibunya jika melakukan kesalahan atau jika tidak mau memenuhi perintah ibunya.
Ibu Nobita
Sosok ibu yang cerewet dalam mendidik anaknya.
Ibu Shizuka
Tokoh ini mencerminkan sosok ibu yang ramah dan mendidik anaknya dengan lembut.
Pak Guru
Sosok guru yang suka memperhatikan murid-muridnya meskipun murid-muridnya bandel. Ia mendidik muridnya disiplin, marah dan menghukum jika muridnya melakukan kesalahan. Ia sosok guru yang amat mencintai anak didiknya. Ia secara rutin mengungjungi rumah anak didiknya untuk menjalin keakraban orang tua-murid-guru. Kebiasaan pak guru ini sebenarnya menggambarkan budaya guru-guru di Jepang dimana mereka secara reguler mengunjungi rumah-rumah anak didiknya. Selain itu, kebiasaan di Jepang para orangtua secara reguler diundang oleh sekolah untuk secara langsung melihat kegiatan anak-anak mereka di sekolah atau juga jika ada kegiatan khusus.
3. Beberapa Ajaran
Jika menyimak film Doraemon maka dapat ditelaah beberapa ajaran yang dapat berpengaruh terhadap perilaku anak-anak. Ada beberapa ajaran positif yang dapat mempengaruhi perilaku anak-anak antara lain:
- Sesuatu yang diperoleh dengan mudah awalnya memang menguntungkan, tetapi pada akhirnya tidak baik akibatnya.
- Sesuatu yang digunakan secara berlebihan atau sembarangan dapat berakibat negatif baik bagi dirinya maupun orang lain.
- Mengajarkan kepada para guru –murid-orang tua untuk saling berinteraksi secara reguler.
- Mengajarkan kepada orangtua akibat pola didik keras tidak baik bagi anak-anak dan sebaliknya.
- Perbedaan sifat manusia dapat menjadi tim yang baik untuk mencapai tujuan jika dikelola dengan baik dan benar.
Disamping ajaran yang positif, juga terdapat kebiasaan-kebiasaan para tokoh yang
merupakan kebiasaan atau ajaran negatif antara lain:
1. Sering para tokoh mengatakan sesuatu yang kurang sopan seperti bodoh, pelit, brengsek dll.
2. Dalam film ini juga seolah-olah anak sekolah dasar sah-sah saja bercinta. Memang meskipun hal ini merupakan kenyataan, namun dampaknya menjadi kurang baik terhadap perilaku anak-anak.
3. Mengajarkan anak-anak berangan-angan yang tidak logis.
4. Menolong tanpa pertimbangan.
5. Menggambarkan pola didik dan sikap anak-anak yang kurang baik terhadap orang tua. Memang hal ini merupakan kenyataan yang ada di masyarakat.
4. Pengetahuan anak-anak tentang Film Doraemon
Daftar Pustaka
Karlinah, S., B. Soemirat dan L. Komala. 2000. Komunikasi massa. Universitas Terbuka, Jakarta.
Nazir, M. 1988. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia, Jakarta.
Priatna, W. B. 2000. Persepsi tentang sifat-sifat terpenting wirausaha dan perilaku komunikasi peternak ayam buras. Med. Pet. 23 (3): 74-77.
Rakhmat, J. 1991. Psikologi komunikasi. Penerbit Remaja Rosdakarya. Bandung.
Rakhmat, J. 1994. Psikologi komunikasi. Penerbit Remaja Rosdakarya. Bandung.








tati said
Saya merasa phihatin dengan perkembangan perilaku anak – anak atau remaja jaman sekarang.
yang pasti pengetahuan orang tua harus selalu berkembang juga
berkaitan dengan perkembangan zaman sekarang.
supaya bisa menanggulangi dan mengarahkan kepada anak ke hal – hal yang positif.
dan senantiasa berkomunikasi dan terjalin adanya keterbukaan antara anak dan orang tua.
isnanimurti said
Betul mbak tati, sekarang banyak media yang dominan berpengaruh terhadap perilaku anak-anak. Orangtua harus super hati-hati. tq.
Irza said
Minta izin mau copy, Mb’
isnanimurti said
Silahkan kopi Irza
fajar said
sy mau dibantu nyari data mengenai perilaku modeling remaja penggemar komik. krn sy lg melakukan penelitian
isnanimurti said
Bagus fajar. Langsung saja melakukan wawancara. tq.
trolol said
Lebih baik nonton Doraemon daripada nonton sinetron yang isi nya cinta cinta an, bisa bisa bikin anak puber sebelum umur nya, kwkwkwkw
kalau masalah kata kata kurang baik atau perilaku yang kurang pantas dilakukan dalam film kartun tersebut, kembali lagi ke orang tua, nemenin anak nya nonton kasih tau kalau itu gak boleh di lakuin, etc trolol~~~~
Isnani Murti said
Betul betul betul!
Shandy Tata Dethaa said
mb…… minta ijin ngopy yaaaaa
Essay Psikologi Sosial « shopyworld said
[...] I & Urip, S. 2008. Pengaruh Film Kartun Doraemon terhadap Perilaku Anak Sekolah Dasar. Studi Kasus di Perumnas Unib, B…. [...]